Aku Mirabel Alana Crescencia Dheandra yang kerap dipanggil Alana, seorang remaja yang berusia 15 tahun ya masih duduk di bangku kelas 10 sekolah menengah akhir. Dari kecil aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuaku, aku selalu dijaga oleh pengasuh dan juga nenekku, jika kalian bertanya ke mana kah orang tuaku? orang tuaku adalah seorang pekerja di suatu perusahaan, ayahku seorang direktur utama dan ibuku seorang manager, ayahku selalu pergi ke luar kota ataupun luar negeri untuk mengurus pekerjaan bisnisnya begitu juga begitu ibuku. Di suatu hari di meja makan rumah dengan kedua orang tuaku yang fokus dengan hp-nya masing-masing, aku bertanya dengan mereka
“ayah ibu bisakah kalian datang di acara pentas seni sekolahku?”
mata ayah dan ibu pun langsung menatap Alana dan ibu menjawab
“kamu tahu sendiri kan ibu dan ayah kamu nih sibuk, kan ada nenek juga sih ”
mendengar itu Alana langsung menatap ayahnya, ia berharap jawaban ayahnya bisa untuk datang ke pentas seni sekolahnya, namun ternyata harapan itu tidak mungkin terjadi.
Satu minggu kemudian saat pentas seni akan diadakan, nenek bersiap untuk datang ke sekolah untuk melihat Alana yang akan tampil dalam permainan pianonya, namun saat di perjalanan hal yang tak terduga terjadi oleh neneknya, mobil yang ditumpangi oleh neneknya diserempet oleh truk sehingga mobil itu pun jatuh ke jurang, Alana yang mendengar kabar itu dari sang supir yang selamat sangatlah sedih dan terpukul karena neneklah yang merawatnya sendiri kecil. Saat waktunya Alana tampil untuk menunjukkan bakat nya memainkan piano, Alana tidak fokus dengan tuts yang ia mainkan karena selalu mengkhawatirkan sang nenek, sehingga permainan piano itu pun kacau nada-nada yang sudah tidak beraturan, jari-jarinya yang bermain keyboard itu sudah berantakan Alana tidak kuat untuk menahan nangis, ia berlari menuju belakang panggung, saat dia menelpon ibu dan ayahnya dan memberi kabar bahwa neneknya telah kecelakaan mereka ikut sedih dan sedikit kesal kepada Alana yang baru memberi kabar itu, namun mereka tidak ingin kesal di keadaan seperti ini.
Kedua orang tua Alana bergegas untuk ke rumah sakit untuk melihat kondisi sang nenek. Setibanya mereka di rumah sakit dan melihat nenek yang sudah ada di dalam ICU mereka sontak menangis dan ayah menanyakan keadaan nenek kepada dokter
“permisi, bagaimana keadaan ibu saya sok?” dokter menjawab “maaf sekali bapak ibu, keadaan ini sangat sulit untuk selamat, hanya kemungkinan kecil ia selamat ”
sesampainya Alana di sana ia berdiri tak jauh dari belakang dokter dan mendengar beberapa perkataan dokter, menangis hingga tidak bersuara, ibu dan ayah memeluknya, dan di situlah ia pertama kali merasakan pelukan oleh kedua orang tuanya Alana berkata
“ibu ayah aku tidak mau kehilangan nenek, beliau orang yang sangat menyayangiku, dan di situlah aku selalu mendapatkan kasih sayang”
ibu menjawab
“apa maksud dari perkataanmu itu Lana? kami lah selalu memberimu kasih sayang,
ibu dan ayah lah yang memberimu uang, nyekolahkanmu di tempat yang bagus, barang-barang yang kamu gunakan”
Alana yang mendengar itu pun sontak melepaskan pelukan dan Lana menjawab perkataan sang ibu
“ibu dan ayah hanya memberiku kasih sayang lewat fasilitas, aku tidak begitu memerlukan itu ibu, aku hanya membutuhkan kalian yang menyayangi aku, memperhatikanku, selama ini aku selalu disayangi oleh nenek, di mana peran kalian sebagai orang tua yang harusnya menyayangiku?!”
tangisan air mata ayah pun semakin kejar, ayah memukul dirinya sendiri dengan perasaan bersalah kepada Alana, ayah berkata kepada Alana
“maafkan ayah dan ibu yang terlalu fokus dengan pekerjaan kami, nak kami tidak sadar bahwa kami tidak pernah punya waktu denganmu, sehingga kamu tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuamu”
ibu yang mendengar perkataan sang ayah pun tersadar
“maafkan ibu ya, ibu juga tidak sadar dengan semua hal yang ibu lakukan ke kamu itu sangat membuatmu sedih, kamu anak kuat yang selalu diberi kasih sayang oleh nenekmu, ibu dan ayah menyangimu Mirabel Alana Crescencia Dheandra“
mereka berpelukan sambil melihat arah kaca dimana di balik kaca itu terdapat nenek yang sedang berbaring di atas kasur rumah sakit dengan alat-alat diruang ICU. Saat Mereka melihat keadaan ini nenek pun membuka mata dan melihat ke arah mereka bertiga sambil tersenyum, dan di situlah detak jantung sang nenek di Monitor ICU berubah menjadi sebuah garis yang menandakan sang nenek pergi untuk selamanya.
Penulis : Maria Agatha Cassia Rospita Marbun

Sedih banget bacanya, kisah Alana bikin terharu. 😭 Semoga Alana dan orang tuanya bisa saling menguatkan. Cerita ini jadi pengingat buat kita semua, keluarga itu penting banget. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. 😢 #MendapatkanDanKehilangan #Keluarga