DIDATANGI OLEH POLDA LAMPUNG, SMP XAVERIUS 4 BANDAR LAMPUNG SIAP MENERIMA PSIKOEDUKASI

smpxaverius4bdl.sch.id, BANDAR LAMPUNG – Selasa, 4 Juni 2024 SMP Xaverius 4 Bandar Lampung di datangi oleh Polda Lampung. Lebih tepatnya dari bagian Psikologi Biro SDM Polda Lampung untuk menyampaikan beberapa materi terkait Bullying dan juga pengelolaan sampah. Kesadaran akan pentingnya menjaga Harmoni, dan Ketertiban Masyarakat menjadi semakin mendasar, terutama di kalangan remaja yang merupakan generasi penerus bangsa. Menghadapi tantangan ini, SMP Xaverius 4 Bandar Lampung menggelar kegiatan psikoedukasi dengan peserta anak-anak kelas 7 dan 8. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang positif sebagai upaya menjaga HARKAMTIBMAS.

Bagian Psikolog Biro SDM Polda Lampung menyediakan pembicara yang ahli dalam bidang psikologi untuk memberikan wawasan kepada para peserta. Acara di buka oleh sambutan dari AKBP Endang Mustikawati, S.Psi selaku kabag Psikologi Biro SDM Polda Lampung. kmeudian Narasumber pertama, IPTU Fajar Destri Prasetyo, S. Psi, membawakan materi yang sangat relevan dengan situasi sosial di sekolah, yaitu tentang bullying. Beliau menyoroti dampak negatif dari perilaku bullying, baik bagi korban maupun pelaku, serta memberikan strategi untuk mencegah dan mengatasi bullying di lingkungan sekolah. Melalui pemahaman yang mendalam tentang dinamika psikologis yang terlibat dalam bullying, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan positif.

Narasumber kedua, brigpol M. Roby, S.Sos, memberikan perspektif yang unik dengan membahas tentang kreativitas dalam mengubah sampah kertas menjadi barang yang memiliki nilai lebih. Melalui materinya, beliau mengajak para peserta untuk melihat sampah kertas bukan hanya sebagai limbah yang tidak berguna, tetapi juga sebagai bahan yang dapat diolah menjadi karya seni atau produk yang memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, selain berdampak positif bagi lingkungan dengan mengurangi jumlah sampah, juga dapat membuka peluang baru dalam hal kreativitas dan inovasi. Beliau juga mengajarkan anak-anak untuk membuat kerajianan kreatif dari limbah kertas yang sudah menjadi bubur dan di warnai.

Kegiatan psikoedukasi ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para peserta, baik dalam memahami pentingnya menjaga HARKAMTIBMAS maupun dalam menciptakan lingkungan yang positif di sekolah dan masyarakat. Melalui pemahaman dan tindakan nyata, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam membangun masyarakat yang harmonis, aman, dan beradab.

MERAYAKAN HARI RAYA, BANGKIT MEWUJUDKAN KEBERSAMAAN DALAM PERBEDAAN DI SEKOLAH

Hari Rabu, 17 April 2024 dipilih menjadi hari perayaan bersama 2 hari besar keagamaan dan 1 hari peringatan tokoh bangsa yang sangat menginspirasi. Kegiatan dimulai dengan ibadat kreatif di ruangan GSG bawah. Ibadat kreatif dipimpin oleh pak Fritz dan dihadiri oleh para pemuka agama. Di sela-sela ibadat, pengiring lagu yaitu anak-anak band yang sebenarnya hanya berlatih beberapa kali namun hasilnya luar biasa. Mereka memainkan alat music dan bernyanyi dengan gembira. Pada saat doa umat, doa umat dipersiapkan sesuai agama yang ada di sekolah ini yaitu dimulai dari Katolik, Islam, Budha, Hindu dan Kristen. Para pemuka agama diberi kesempatan untuk memimpin doa sesuai agama mereka dan anak-anak pun ikut berdoa secara khusyuk.

            Setelah ibadat kegiatan dinamika dipandu oleh Chani 9D dan Gaby 8B. ice breaking diikuti oleh semua peserta didik dengan gembira. Penampilan band Xaveway juga membuat semua peseta didik bersorak gembira dan bernyanyi bersama. Suster Theresiana dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan hari ini menjadi sarana semua warga sekolah memupuk toleransi dan kebersamaan yang ada walaupun ada perbedaan agama, ras dan suku. Suster Theresiana juga berharap kebersamaan yang ada semakin berkembang dan konsisten dilakukan di SMP Xaverius 4 Bandar Lampung.

            Setelah dinamika, kegitan dilanjutkan dengan perlombaan yang telah disiapkan oleh panitia. Ada lomba fashion show dengan tema Idul Fitri, mengupas telur puyuh, estafet make up, gobak sodor dengan memakai helm dan daster dan membuat ketupat. Seluruh peserta didik mengikuti perlombaan dengan riang gembira. Kegiatan ditutup dengan pembacaan pengumuman pemenang lomba. Sekolah berharap dengan adanya kegiatan ini, persaudaraan dan kebersamaan selalu terpancar dalam keseharian para peserta didik. Seperti tema yang ada yaitu, “Bangkit mewujudkan kebersamaan dalam perbedaan”.

            “Bangkit mewujudkan kebersamaan dalam perbedaan” merupakan tema yang dipilih oleh panitia. Bahwa perbedaan atau kemajemukan merupakan ciptaan Tuhan yang harus disyukuri, dipelihara dan dipertahankan. Perbedaan itu bukan hanya antar umat beragama, tetapi perbedaan itu juga ada di dalam intern umat. Perbedaan ini kalau tidak dijaga dan dipelihara dengan baik bisa berpeluang menjadi konflik, namun apabila dijaga dan dipelihara maka perbedaan akan menjadi indah.

Penulis : Korbinianus Fritz Cahya Nugraha