“Uh sebal!!! Selalu saja adik yang Bunda bela! Hanya karena adik masih kecil, jadi aku yang harus membersihkannya. Kan adik bisa sambil belajar membersihkannya. Kenapa jadi aku?” teriak Nadine.
Nadine segera masuk kekamarnya dan mengunci pintu. Dia sebal karena adiknya menumpahkan susu favoritnya dan itu adalah susu yang terakhir. Belum tentu Bunda akan membelinya lagi besok. Terkadang, perlu menunggu 1 bulan untuk membeli susu tersebut.
Dia berkata dalam hati,” andai saja adik tidak ada, pasti kejadian ini tidak akan terulang lagi”.
Setelah menenangkan diri, ia pun keluar kamar untuk mengambil jajan di dapur. Saat keluar, rumah menjadi hening, hanya ada suara Bunda sedang memasak.
Nadine berlari ke dapur dan bertanya,” Bunda, adik kemana?”
“Apa maksudmu Nadine, kan kamu tidak punya adik sama sekali, kamu lapar ya?” jawab Bunda.
Nadine terkejut namun segera menjawab,” ah tidak Bun, mungkin aku hanya mengantuk saja setelah menonton anime kemarin”.
“Oh ya sudah, setelah ini, Bunda minta tolong sapu rumah ini ya” pinta Bunda.
Nadine segera mengerjakan tugas yang diberikan Bunda.
Setelah selesai, Nadine langsung duduk di kursi dan berpikir, “ah… biasanya setelah bebersih rumah, aku selalu bermain dengan adik. Tapi adik akan memberantakan mainan lagi, namun aku merasa tidak keberatan membereskan itu karena aku sudah bermain bersama, apa mungkin… adik itu mood bosterku?”
Nadine berjalan ke dapur dan bertanya ” Bunda, apa aku boleh punya adik? Soalnya….”
kata – kata Nadine menggantung begitu saja. Nadine tidak punya keberanian untuk melanjutkannya.
Bunda pun menjawab ” bukannya waktu itu kamu tidak mau adik? Saat itu, Ayah bertanya kepadamu apakah kamu mau punya adik, namun kamu menjawab tidak mau karena kamu mau seperti putri – putri di TV yang merupakan anak tunggal. Jadi kami memutuskan untuk memiliki kamu saja”.
Nadine lanjut bertanya,” apakah Bunda bisa memenuhinya?”
Bunda menghela napas lalu berkata,” Nadine, Bunda selalu ingin memberikanmu hadiah kecil yang Tuhan titipkan ke Bunda, namun kamu selalu menolaknya, jadi Bunda pendam saja. Begitu ya Nadine, maaf kalau Bunda menolak permintaan Nadine ya”
Nadine tertunduk lesu dan berkata,” ya sudah Bun, Nadine ikhlas kok, setidaknya, Nadine punya sepupu yang banyak”.
Kemudian Nadine kembali kekamarnya dan duduk di pinggiran kasur, “andai saja waktu itu aku tidak menolak permintaan Ayah, pasti rumah tidak akan sepi, aku akan terus bermain dengan adikku” sesal Nadine.
Tiba – tiba ada guncangan yang terasa, Nadine panik, ia ingin berlari keluar, namun lantai kamarnya rubuh, ia terjatuh dan tersentak. Ia langsung terbangun dengan napas yang memburu dan sadar, bahwa yang ia alami hanya sebuah mimpi, ia segera berdoa dan menyelipkan doa untuk keluarganya, terlebih untuk adiknya. Nadine segera keluar kamar dan ia melihat adiknya sedang bermain sendirian, Nadine berjalan ke arahnya dan bermain bersama. Sejak saat itu, Nadine tidak pernah mengeluh lagi untuk membantu adiknya, karena keluarganya, adalah semesta miliknya yang harus dijaga.
Penulis : Agatha Farren

Ceritanya bagus banget! Bikin terharu bacanya. 😭 Nadine jadi sadar ya betapa berharganya kehadiran seorang adik. Semoga kita semua bisa selalu menghargai keluarga kita. 😊 #HarmoniDanCemburu #Keluarga