SMP Xaverius 4 Bandar Lampung: Bina Mental dan Spiritual Jelang Ujian Sekolah

smpxaverius4bdl.sch.id, BANDAR LAMPUNG – SMP Xaverius 4 Bandar Lampung, mengawali pembelajaran semester genap dengan melaksanakan agenda rutin tahunan yaitu Bina Mental Spiritual dan Retret bagi peserta didik kelas 9.  Kali ini agenda ini dilaksanakan lebih awal dari biasanya dan terbagi menjadi dua gelombang. Pelaksanaan gelombang 1 pada hari Selasa – Kamis (7 – 9 Januari 2025) diikuti oleh 66 peserta didik. Sedangkan, gelombang 2 pada hari Kamis – Sabtu (9 – 11 Januari 2025) diikuti oleh 66 peserta didik. Pada setiap gelombang terdapat perserta didik dari seluruh kelas IX A – E, yang dipilih secara acak oleh guru pendamping untuk megikuti gelombang 1 atau gelombang 2.

Proses kebarangkatan dari sekolah menuju Rumah Retret Ngiso Nando berjalan dengan lancar, mereka tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan mereka tentunya disambut hangat oleh para suster dan karyawan RR Ngiso Nando. Sesampainya disana, peserta didik diarahkan untuk mengumpulkan handphone dan snack kemudian diantar menuju kamar-kamar yang telah disiapkan untuk beristirahat sejenak.

“Aku dan Masa Depanku” menjadi tema yang kembali diusung pada retret tahun ini. Berlangsung selama tiga hari dua malam, kegiatan ini didampingi oleh empat guru pendamping yaitu Bapak Korbinianus Fritz C.N., S.Pd., Bapak Y. Gigih Anggi T.W., S.Pd., Ibu Agnes Titis E., S.Pd., dan Ibu Anastasia Yoanita Eka P., S.Pd., serta satu pemateri utama yaitu RD. Pius Wahyu Adityo Raharjo. Dalam pesan pembukaannya, Pak Fritz selaku ketua panitia menyampaikan bahwa peserta didik selama berada di Rumah Retret Ngiso Nando harus mamaksimal diri dalam berproses dan berdinamika bersama supaya tercipta suasana yang penuh semangat dan kegembiraan. Namun tak lupa juga untuk menjaga ketertiban serta sopan santun, karena mengingat di tempat retret ini juga merupakan rumah tinggal para suster.

Pada hari pertamanya, peserta didik terlihat masih menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan. Namun hal itu tidak menjadi malasah, karena Bu Titis selaku pembawa acara sekaligus tim binter yang ditemani oleh Pak Gigih, siap mengajak peserta didik untuk bergembira bersama dengan ice breaking dan lagu-lagu serta animasi yang telah disiapkan. Peserta didik pun terlihat antusias dan bergerak dengan leluasa. Apalagi saat lagu dan animasi “Xaverius Pancen Oke” dimainkan, mereka saling meniru gerakan dan lirik lagu yang dicontohkan dengan penuh kebanggaan untuk bernyanyi dan bergerak bersama.

Dalam waktu tiga hari dua malam, peserta didik akan mendapat enam sesi materi utama. Setiap materi tersebut dapat disampaikan dengan baik, dan peserta didik pun menyimak dengan saksama, diantaranya:

Hari pertama    : Spiritualitas Binter, Tuhan Dalam Masa Depanku, Rancang Bangun Masa Depan

Hari kedua       : Dekadensi Moral dan Outbound

Hari ketiga       : Manage Your Life atau Rencana Tindak Lanjut

Pada hari kedua terdapat sesi outbond. Dalam outbond ini terbagi menjadi lima pos. Tiap pos yang harus dilalui perserta didik mengandung nilai-nilai karakter HK3P, yaitu: pos 1 (humanasi), pos 2 (cerdas), pos 3 (jujur), pos 4 (disiplin), dan pos 5 (melayani). Tentunya pada tiap pos tersebut anggota kelompok harus saling menjaga kekompakan, menjalin komunikasi yang baik, dan memiliki tujuan yang sama. Hal tersebut supaya tantangan dalam tiap pos outbond dalam dilewati bersama-sama dengan sukacita. 

Selain beberapa sesi materi di atas, peserta didik juga diajak untuk merefleksikan dan merenungkan tentang perjalanan hidupnya selama ini bersama orang-orang terkasih mereka. Dalam Ibadat Cinta tersebut, peserta didik mendengarkan surat cinta dari orang-orang terkasih diantaranya: surat dari ibu, ayah, guru, dan teman. Selama surat-surat itu dibacakan, mereka sangat tersentuh dan terharu dengan isi suratnya. Sesudah itu, mereka diminta untuk menulis surat balasan bagi orang-orang terkasihnya.

Pada hari ketiga, kegiatan Retret ini ditutup dengan Misa Kudus yang pimpin oleh Romo Pius dan diikuti oleh peserta didik, guru pendamping dan para suster yang berada disana. Dalam pesan penutupnya, Pak Frizt selaku ketua panitia berharap melalui kegiatan retret ini dapat membawa perubahan sedikit demi sedikit dalam diri mereka dan tetap semangat dalam menjali kesehariannya sebagai pelajar di sekolah dan seorang anak di rumah. Di akhir kegiatan, peserta didik diajak untuk menonton bersama sebuah film pendek yang berisikan rangkuman vidio serta foto-foto lucu mereka selama berkegiatan di R. R Ngiso Nando. Gelak tawa dan keceriaan mewarnai suasana siang itu dan membawa mereka kepenghujung kegiatan.

Penulis: Anastasia Yoanita Eka Pusparanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *